Infotainment & Entertainment
Indeks

Pilihan Populer Cara Hitung Pajak Penghasilan PPh 21 2019

Cara Hitung Pajak Penghasilan PPh 21 2019 – Bagi yang belum tahu, apa itu PPh? Pengertian PPh ataupun Pajak Penghasilan Pasal 21 ataupun PPh 21 adalah pajak atas penghasilan berupa gaji, upah, honorarium, tunjangan selanjutnya pembayaran lain seraya nama selanjutnya dalam bentuk apa pun sehubungan seraya pekerjaan ataupun jabatan, jasa, selanjutnya kegiatan yang dilakukan oleh orang pribadi subyek pajak dalam negeri. Pengertian Pajak Penghasilan Pasal 21 ini diambil berdasarkan Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-32/PJ/2015.

Mengacu pada UU nomor 36 tahun 2008 Pasal 17, tarif pajak yang diterapkan bagi peserta wajib pajak adalah sebagai berikut:

  • Wajib Pajak seraya penghasilan tahunan sampai seraya Rp 50.000.000 dikenakan tarif sebesar 5%
  • Wajib Pajak seraya penghasilan tahunan dekat atas Rp 50.000.000 sampai seraya Rp 250.000.000 dikenakan pajak sebesar 15%
  • Wajib Pajak seraya penghasilan tahunan dekat atas Rp 250.000.000 sampai seraya Rp 500.000.000 dikenakan pajak sebesar 25%
  • Wajib Pajak seraya penghasilan tahunan dekat atas Rp 500.000.000 dikenakan pajak sebesar 30%
  • Wajib Pajak badan dalam negeri selanjutnya bentuk usaha tetap adalah sebesar 28%

Cara Hitung Pajak Penghasilan PPH 21 2019 Telah Dibuktikan

Daftar Isi

Merujuk pada Peraturan Direktur Jenderal Pajak No. PER-16/PJ/2016, penerima penghasilan yang dipotong PPh pasal 21 adalah:

  • Pegawai tetap
  • Penerima uang pesangon, pensiun, ataupun tunjangan hari tua, termasuk ahli warisnya.
  • Pegawai tidak tetap yang penghasilannya dibayar secara bulanan ataupun jumlah kumulatif yang diterima dalam satu bulan lebih dari Rp 4,5 juta.
  • Pegawai tidak tetap
READ  Begini Cara Menjaga Kebersihan Kost Saat Pandemi Virus Corona Informasi Lengkap!

Jenis penghasilan yang dikenakan PPh pasal 21. Penghasilan yang dipotong PPh pasal 21, meliputi:

  • Penghasilan yang diterima oleh pegawai tetap.
  • Penghasilan yang diterima oleh penerima pensiun secara teratur.
  • Penghasilan berupa uang pesangon, tunjangan hari tua, ataupun jaminan hari tua yang dibayarkan sekaligus selanjutnya pembayarannya melewati jangka waktu dua tahun sejak pegawai berhenti bekerja.
  • Penghasilan pegawai tidak tetap ataupun pekerja lepas yang memiliki upah harian, mingguan, ataupun bulanan.
  • Imbalan kepada bukan pegawai, yaitu dapat berupa honorarium, komisi, selanjutnya sejenisnya.
  • Imbalan kepada peserta kegiatan, seperti uang saku, hadiah, penghargaan, selanjutnya sejenisnya.
  • Penghasilan berupa jasa produksi, gratifikasi, bonus, ataupun imbalan lain yang bersifat tidak teratur diterima oleh mantan pegawai.
  • Penghasilan berupa honorarium ataupun imbalan yang bersifat tidak teratur yang diterima oleh anggota dewan komisaris ataupun dewan pengawas yang tidak
  • merangkap sebagai pegawai tetap pada perusahaan yang sama.
  • Penghasilan berupa penarikan dana pensiun oleh peserta program pensiun yang masih berstatus pegawai.
  • Untuk bisa menghitung besaran PPh, ada dua unsur pajak yang perlu dipahami terlebih dulu oleh wajib pajak. Dua hal ini adalah penghasilan tidak kena
  • pajak (PTKP) selanjutnya penghasilan kena pajak (PKP) .

Penghasilan tidak kena pajak (PTKP)

  • PTKP adalah besar penghasilan yang menjadi batasan tidak kena pajak. Artinya, jika kamu memiliki penghasilan tak lebih dari batas PTKP, maka penghasilanmu tidak mau dipotong PPh 21.
  • PTKP ditetapkan pemerintah agar masyarakat seraya penghasilan rendah tidak merasa terbebani seraya pajak penghasilan.
  • Besaran PTKP pun tidak bersifat tetap selanjutnya dapat berubah bergantung kepada indeks biaya hidup, upah minimum, serta kenaikan inflasi.

Populer Saat Ini Tarif PPh 21

Adapun, ketentuan tarif pajak penghasilan yang diterapkan berdasarkan penghasilan kena pajak adalah sebagai berikut:

  • Wajib pajak seraya penghasilan sebesar Rp 50 juta per tahun, dikenakan tarif PPh 21 sebesar 5 persen.
  • Wajib pajak seraya penghasilan antara Rp 50-250 juta, dikenakan tarif PPh 21 sebesar 15 persen.
  • Wajib pajak seraya penghasilan antara Rp 250-500 juta, dikenakan tarif PPh 21 sebesar 25 persen.
  • Wajib pajak seraya penghasilan dekat atas Rp 500 juta, dikenakan tarif PPh sebesar 30 persen.
  • Tarif ini hanya berlaku bagi wajib pajak yang telah memiliki nomor pokok wajib pajak (NPWP).
READ  Kenali Pakaian Adat Daerah Banten Dilengkapi Keunikan, Gambar, Bersama Ciri Khasnya Bukan Asal-Asalan!

Cara Menghitung Pajak Penghasilan Pilihan Populer

  • Hitung penghasilan kotor selama setahun, meliputi gaji pokok ditambah tunjangan.
  • Hitung penghasilan bersih, caranya kurangi penghasilan kotor seraya iuran ataupun biaya lainnya.
  • Hitung PTKP sesuai kategori status perkawinan selanjutnya jumlah tanggungan.
  • Hitung PKP, caranya kurangi penghasilan bersih seraya PTKP.
  • Hitung pajak penghasilan, caranya kalikan PKP seraya tarif PPh yang berlaku.

Sementara, bagi wajib pajak yang tidak memiliki NPWP, tarif yang dikenakan lebih tinggi 20 persen dibanding tarif PPh bagi pemilik NPWP.

Klik selanjutnya dapatkan info kost dekat dekat kampus idaman mu:

Cara Hitung Pajak Penghasilan PPH 21 2019 Telah Dibuktikan

Cara Hitung Pajak Penghasilan PPH 21 2019 Telah Dibuktikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *