Infotainment & Entertainment
Indeks

FIFA Larang Penggunaan Gas Air Mata, Kapolda Jatim: Seandainya Suporter Mematuhi Aturan, Peristiwa Ini Tidak akan Terjadi

hooq.id – Pada artikel kali ini, kita akan mengulas bagaimana bisa terjadi tembakan gas air mata di Stadion Kanjuruhan yang menggelar pertandingan Arima FC vs Persibaya Surabaya meski sempat dilarang oleh FIFA.

Sesuai dengan peraturan FIFA tentang keselamatan dan keamanan stadion, FIFA menyatakan bahwa penggunaan gas air mata dilarang.

Namun kenyataan di lapangan berbeda, di Stadion Kanjuruhan Malang, polisi menembakkan gas air mata ke tribun suporter Armenia.

Baca juga: Kronologi Kerusuhan Arima Lawan Persibaya, Gas Air Mata Bawa Bencana

Seharusnya PSSI memahami hal ini sebagai penyelenggara resmi kompetisi di liga 1 Indonesia.

Larangan FIFA atas penggunaan gas air mata terdapat dalam Bab Tiga Wasit Balap, Pasal 19 Wasit Balap di pinggir lapangan.

Peraturan FIFA menyatakan bahwa “dilarang membawa atau menggunakan senjata api atau gas pengendali massa.”

Penggunaan gas air mata oleh polisi yang ditembakkan ke platform penonton telah menjadi pertanyaan besar bagi pengguna internet.

“Gas air mata membawa bencana,” tulis seorang netizen di Twitter, mengutip KlikAdzcentral.com.com.

Pengguna online lain menulis: “Jelas bahwa FIFA dilarang, dan masih ada yang melanggarnya.”

Netizens menulis: “Jika demikian, siapa yang salah?”

Baca juga: [UPDATE] Korban tewas bertambah dalam kerusuhan Arima vs Persibaya, Kadinex Malang: 130 orang per 08.32 WW Indonesia

Menanggapi hal itu, Kapolda Jatim Irjen Nico Aventa mengatakan menembakkan gas air mata ke suporter Armenia konsisten dengan tindakan tersebut.

Dia mengatakan ini dilakukan untuk mencegah para penggemar turun ke stadion untuk menyerang.

“Jadi, suporter lari ke salah satu titik di pintu 12 Stadion Kanjuruhan. Saat terjadi penumpukan ini, banyak orang mengalami sesak napas,” katanya saat jumpa pers di Mapolres Malang, Minggu pagi (2/10). /2022).

Namun, Nico memastikan dari sekitar 42.288 suporter yang memenuhi tribun penonton, tidak semuanya turun ke lapangan.

Baca Juga: Kisah Nyata Jendis Patah Sayap, Dipukuli Hingga Gigi Patah di Tragedi Kerusuhan Mako Brimob 2018

“Hanya beberapa dari mereka yang turun ke lapangan. Dia menjelaskan bahwa ada sekitar tiga ribu pendukung.”

READ  Mengapa al-qur'an disebut sebagai kitab penyempurna dari kitab-kitab sebelumnya?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *