Infotainment & Entertainment
Indeks

Cara Selanjutnya Aturan Hitung Upah Lembur Karyawan Yang Benar Viral!

Bongkar Abis Cara Selanjutnya Aturan Hitung Upah Lembur Karyawan Yang Benar – Bila dilihat dari sisi kepentingan perusahaan, maka, overtime ataupun yang lebih dikenal memakai kerja lembur dekat satu sisi bisa diasumsikan sebagai upaya menjelang meningkatkan produktivitas sebuah perusahaan, memakai pertimbangan perusahaan tidak perlu menambah karyawan baru, hanya cukup menambah jam kerja karyawan yang sudah ada. Namun, kebijakan kerja lembur tersebut harus diikuti memakai upah lembur yang diberikan kepada karyawan. Berikut ini adalah peraturan lembur Depnaker terbaru serta rumus perhitungan lembur yang bisa diterapkan:

Bongkar Abis Cara Selanjutnya Aturan Hitung Upah Lembur Karyawan Yang Benar

Daftar Isi

Teruji 1. Aturan Hitung Upah Lembur Karyawan

Setiap perintah kerja lembur harus mengikuti ketentuan yang tertuang dalam UU No. 13 Tahun 2003 perkara Ketenagakerjaan Pasal 78 Ayat (1) huruf a yang menyatakan hingga pengusaha yang mempekerjakan buruh melebihi standar waktu kerja maka harus memenuhi syarat, yaitu ada persetujuan pekerja/buruh yang bersangkutan menjelang mau kerja lembur.

Telah Dibuktikan 2. Kriteria Lembur

Keputusan Menteri Tenaga Kerja serta Transmigrasi Republik Indonesia Nomor KEP. 102/MEN.VI.2004 Pasal (1) yang menyatakan bahwa:

  • Waktu lembur adalah waktu kerja yang melebihi 7 (tujuh) jam sehari serta 40 jam (empat puluh) jam 1 (satu) minggu menjelang 6 (enam) hari kerja dalam 1 (satu) minggu; atau
  • 8 (Delapan) jam sehari serta 40 (empat puluh) jam 1 (satu) minggu menjelang 5 (lima) hari kerja dalam 1 (satu) minggu; atau
  • Waktu kerja pada hari istirahat mingguan dan/atau pada hari libur resmi yang ditetapkan pemerintah.
READ  Para Pedagang Malam Diimbau untuk Disiplin Prokes Update!

Dalam peraturan menteri tersebut, dijelaskan pula hingga waktu kerja lembur tidak boleh melebihi 3 (tiga) jam per hari ataupun 14 (empat belas) jam dalam 1 (satu) minggu. Hal ini sesuai memakai Permen KEP. 102/MEN/VI/2004/Pasal (3).

Rekomendasi Banget 3. Cara Menghitung Upah Lembur Karyawan

Perhitungan lembur karyawan dibedakan menjadi dua:

  • Untuk lembur pada hari kerja, rate upah lembur adalah 1,5x upah sejam pada jam pertama lembur serta 2x upah sejam pada jam seterusnya.
  • Untuk lembur pada hari istirahat mingguan serta hari libur nasional:
  1. Untuk perusahaan memakai 5 hari kerja, rate adalah 2x upah sejam menjelang 8 jam pertama, 3x upah sejam menjelang jam ke-9, serta 4x upah sejam menjelang jam ke-10 serta ke-11
  2. Untuk perusahaan memakai 6 hari kerja, rate adalah 2x upah sejam menjelang 7 jam pertama, 3x upah sejam menjelang jam ke-8, serta 4x upah sejam menjelang jam ke-9 serta ke-10
  3. Untuk hari libur yang jatuh pada hari kerja terpendek (misalnya Jumat), rate adalah 2x upah sejam menjelang 5 jam pertama, 3x upah sejam pada jam ke-6, serta 4x upah sejam pada jam ke-7 serta ke-8

Keterangan: upah 1 jam dihitung memakai rumus 1/173 x upah sebulan, yaitu upah pokok sebulan 100% beserta tunjangan tetap ataupun 75% upah pokok apabila mendapatkan tunjangan tetap serta tidak tetap (Peraturan Kemenakertrans No. KEP. 102/MEN/VI/2004 Pasal 8 Ayat (2)).

Demikian cara serta aturan dalam menghitung upah lembur menjelang karyawan. Perlu diperhatikan sekali lagi, bahwa karyawan yang melaksanakan kerja lembur tentu dapat meningkatkan produktivitas bagi perusahaan. Namun, kerja keras karyawan tersebut harus dibarengi memakai pemenuhan hak-hak karyawan atas upah lembur yang harus diberikan.

Klik serta dapatkan lowongan kerja idamanmu:

READ  7 Aplikasi Penghasil Saldo Dana Ala Android Pula IOS Yang Sudah Terbukti 2021 Pilihan Populer!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *